Iman · Alam · Masyarakat Digital

Ketika khazanah keislaman
menjadi bahasa bumi.

Ekoteologi Islam menempatkan manusia sebagai khalīfah fī al-arḍ — pemegang amanah menjaga keseimbangan alam. Di era masyarakat digital, nilai ini dimediasi oleh media, digerakkan oleh komunitas, dan diuji dalam kebijakan publik.

توحيد Tauhid خلافة Khalifah أمانة Amanah ميزان Mīzān
ميزان TAUHID KHALIFAH AMANAH MĪZĀN
Empat Prinsip Dasar

Etika lingkungan yang berakar pada teologi.

Ekoteologi Islam bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis yang menegaskan relasi etis antara manusia, Tuhan, dan alam. Empat prinsip ini menjadi fondasi normatif sekaligus praksis sosial.

توحيد

Tauhid

Keesaan Tuhan yang menyatukan seluruh ciptaan dalam satu jalinan hubungan yang saling bergantung dan bertanggung jawab.

خلافة

Khalīfah

Manusia sebagai pengemban tugas di muka bumi — bukan penguasa yang mengeksploitasi, melainkan pemelihara.

أمانة

Amānah

Kepercayaan ilahiah yang dititipkan kepada manusia atas alam semesta, dijalankan dengan tanggung jawab moral.

ميزان

Mīzān

Keseimbangan kosmis yang harus dijaga — menempatkan krisis ekologi sebagai persoalan keadilan, bukan sekadar teknis.

Ekoteologi di Ruang Digital

Dari mimbar masjid ke linimasa media sosial.

Nilai ekoteologi Islam kini tidak lagi beroperasi eksklusif di ruang institusional. Media digital menjadi arena baru pembentukan opini publik, artikulasi otoritas keagamaan, dan mobilisasi gerakan sosial.

  • 01Media Islam digital berperan sebagai ruang dakwah, arena negosiasi otoritas keagamaan, dan medium mobilisasi sosial — melalui media sosial, situs dakwah, kanal YouTube, dan podcast religi.
  • 02Teori mediatization of religion menjelaskan bagaimana pesan ekologis dikemas dalam format populer dan disesuaikan dengan logika algoritma platform.
  • 03Gerakan sosial keagamaan menerjemahkan literasi ekologis menjadi aksi kolektif: komunitas hijau, kampanye lingkungan, dan program eco-masjid.
Kerangka Pikir Riset

Model Ekoteologi Islam Digital.

Kerangka konseptual yang mengalirkan nilai teologis menjadi dampak nyata: dari prinsip dasar, melalui media dan gerakan sosial, menuju kesadaran publik, kebijakan, dan ekonomi berkelanjutan.

TAUHID · KHALIFAH · AMANAH · MĪZĀN Media Islam Digital Sosial media dakwah Situs & konten ekologis Gerakan Sosial Ekologis Komunitas hijau & aktivis Kampanye lingkungan Kesadaran & Partisipasi Masyarakat Literasi ekologis · aksi sosial hijau Analisis & Respons Kebijakan Publik Kebijakan Lingkungan Regulasi & program hijau Ekonomi Berkelanjutan Wirausaha ekologis & green business SUSTAINABILITY BERBASIS NILAI ISLAM

Alur model: prinsip teologis → mediasi digital & gerakan sosial → kesadaran publik → respons kebijakan → keberlanjutan.

Kerangka Variabel

Bagaimana model ini diuji secara empiris.

Penelitian menggunakan desain mixed methods explanatory sequential: variabel kuantitatif diuji lebih dulu, lalu diperdalam maknanya secara kualitatif.

Jenis VariabelKodeNama Variabel
Variabel IndependenX1Literasi Ekoteologi Islam
Variabel IndependenX2Paparan Media Islam Digital
Variabel MediasiMPartisipasi Gerakan Sosial Keagamaan
Variabel DependenY1Sikap terhadap Kebijakan Publik Lingkungan
Variabel DependenY2Orientasi Ekonomi Berkelanjutan
Variabel Kontekstual (kualitatif)—Peran Ulama, Media, dan Negara
Desain Penelitian

Tiga tahap: mengukur, memaknai, mengintegrasikan.

Tahap 1 — QUAN

Survei Kuantitatif

Mengukur literasi ekoteologi, paparan media digital, partisipasi gerakan sosial, serta sikap terhadap kebijakan lingkungan dan ekonomi berkelanjutan melalui kuesioner skala Likert.

Tahap 2 — QUAL

Pendalaman Kualitatif

Wawancara mendalam dengan ulama, aktivis, dan pemangku kebijakan; analisis konten media digital Islam; serta studi dokumen kebijakan.

Tahap 3 — Integrasi

Sintesis Model

Menggabungkan temuan kuantitatif dan kualitatif untuk menyusun dan memvalidasi Model Ekoteologi Islam Digital serta rekomendasi kebijakan.

Lokasi & Subjek Penelitian

Tiga kota, tiga wajah masyarakat Muslim digital.

Dipilih karena penetrasi digital tinggi, komunitas dakwah ekologis yang aktif, serta posisinya sebagai pusat pendidikan, budaya, dan kebijakan.

Jakarta

Pusat kebijakan nasional dan hub media digital Islam skala besar.

Bandung

Simpul komunitas pemuda Muslim dan kampanye lingkungan kreatif.

Yogyakarta

Pusat pendidikan keislaman dan pesantren dengan tradisi kajian mendalam.

Dampak yang Ditargetkan

Berlapis — dari mimbar akademik hingga meja kebijakan.

01

Akademik & Keilmuan

Pergeseran kajian ekoteologi dari normatif menuju model operasional berbasis mixed methods.

02

Kebijakan

Policy brief bagi Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan organisasi Islam.

03

Sosial & Keagamaan

Penguatan kapasitas ulama, aktivis, dan komunitas digital sebagai agen perubahan ekologis.

04

Ekonomi Berkelanjutan

Rekomendasi UMKM halal-hijau berbasis komunitas dan pesantren.

05

Institusional

Model rujukan nasional untuk program keagamaan berbasis lingkungan.

Rencana Waktu

Delapan bulan, tiga tahap besar.

Kegiatan12345678
Kajian Terdahulu

Berpijak pada percakapan akademik yang sedang berlangsung.

Sejumlah rujukan yang membentuk fondasi teoretis dan celah empiris penelitian ini.

Fazlhashemi, M. (2025). Islamic Ecotheology.

Nur, A., Husin, H., & Yasir, M. (2025). Qur'anic ecotheology and forest protection ethics.

Abadi, M., Rahman, A., & Yusuf, M. (2022). Ecotheological movements among Muslim youth in Indonesia.

Mustofa, M. L., Zenrif, M. F., & Barizi, A. (2025). Towards an Islamic ecotheology.

Saad, M., & Faruq, U. (2024). Ecological narratives in Indonesian Islamic digital media.

Arofah, K., Dewayanti, A., & Eliyanah, E. (2025). Mediatized eco-religious movements in Indonesia.

Hidayat, M. (2023). Islamic eco-theology and climate policy advocacy in Indonesia.

Febrianingsih, D., & Arifi, A. (2025). Ecotheology as a new direction in Islamic public policy.

Wijsen, F. (2025). How green is green Islam? Religious environmentalism and public policy in Indonesia.

Sirajuddin, A., & Rahayu, N. W. I. (2025). Ecotheology-based innovative technopreneurship.

Campbell, H. (2013). Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds.

Hjarvard, S. (2011). The mediatisation of religion.

Creswell, J. W., & Ivankova, N. V. (2018). Mixed Methods Research: A Guide to the Field.

Ridho, A., Anshori, M., & Tahrus, Z. N. H. (2025). Islamic communication and ecotheology-based environmental campaigns.