Ekoteologi Islam menempatkan manusia sebagai khalīfah fī al-arḍ — pemegang amanah menjaga keseimbangan alam. Di era masyarakat digital, nilai ini dimediasi oleh media, digerakkan oleh komunitas, dan diuji dalam kebijakan publik.
Ekoteologi Islam bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis yang menegaskan relasi etis antara manusia, Tuhan, dan alam. Empat prinsip ini menjadi fondasi normatif sekaligus praksis sosial.
Keesaan Tuhan yang menyatukan seluruh ciptaan dalam satu jalinan hubungan yang saling bergantung dan bertanggung jawab.
Manusia sebagai pengemban tugas di muka bumi — bukan penguasa yang mengeksploitasi, melainkan pemelihara.
Kepercayaan ilahiah yang dititipkan kepada manusia atas alam semesta, dijalankan dengan tanggung jawab moral.
Keseimbangan kosmis yang harus dijaga — menempatkan krisis ekologi sebagai persoalan keadilan, bukan sekadar teknis.
Nilai ekoteologi Islam kini tidak lagi beroperasi eksklusif di ruang institusional. Media digital menjadi arena baru pembentukan opini publik, artikulasi otoritas keagamaan, dan mobilisasi gerakan sosial.
Kerangka konseptual yang mengalirkan nilai teologis menjadi dampak nyata: dari prinsip dasar, melalui media dan gerakan sosial, menuju kesadaran publik, kebijakan, dan ekonomi berkelanjutan.
Alur model: prinsip teologis → mediasi digital & gerakan sosial → kesadaran publik → respons kebijakan → keberlanjutan.
Penelitian menggunakan desain mixed methods explanatory sequential: variabel kuantitatif diuji lebih dulu, lalu diperdalam maknanya secara kualitatif.
| Jenis Variabel | Kode | Nama Variabel |
|---|---|---|
| Variabel Independen | X1 | Literasi Ekoteologi Islam |
| Variabel Independen | X2 | Paparan Media Islam Digital |
| Variabel Mediasi | M | Partisipasi Gerakan Sosial Keagamaan |
| Variabel Dependen | Y1 | Sikap terhadap Kebijakan Publik Lingkungan |
| Variabel Dependen | Y2 | Orientasi Ekonomi Berkelanjutan |
| Variabel Kontekstual (kualitatif) | — | Peran Ulama, Media, dan Negara |
Mengukur literasi ekoteologi, paparan media digital, partisipasi gerakan sosial, serta sikap terhadap kebijakan lingkungan dan ekonomi berkelanjutan melalui kuesioner skala Likert.
Wawancara mendalam dengan ulama, aktivis, dan pemangku kebijakan; analisis konten media digital Islam; serta studi dokumen kebijakan.
Menggabungkan temuan kuantitatif dan kualitatif untuk menyusun dan memvalidasi Model Ekoteologi Islam Digital serta rekomendasi kebijakan.
Dipilih karena penetrasi digital tinggi, komunitas dakwah ekologis yang aktif, serta posisinya sebagai pusat pendidikan, budaya, dan kebijakan.
Pusat kebijakan nasional dan hub media digital Islam skala besar.
Simpul komunitas pemuda Muslim dan kampanye lingkungan kreatif.
Pusat pendidikan keislaman dan pesantren dengan tradisi kajian mendalam.
Pergeseran kajian ekoteologi dari normatif menuju model operasional berbasis mixed methods.
Policy brief bagi Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan organisasi Islam.
Penguatan kapasitas ulama, aktivis, dan komunitas digital sebagai agen perubahan ekologis.
Rekomendasi UMKM halal-hijau berbasis komunitas dan pesantren.
Model rujukan nasional untuk program keagamaan berbasis lingkungan.
| Kegiatan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
|---|
Sejumlah rujukan yang membentuk fondasi teoretis dan celah empiris penelitian ini.
Fazlhashemi, M. (2025). Islamic Ecotheology.
Nur, A., Husin, H., & Yasir, M. (2025). Qur'anic ecotheology and forest protection ethics.
Abadi, M., Rahman, A., & Yusuf, M. (2022). Ecotheological movements among Muslim youth in Indonesia.
Mustofa, M. L., Zenrif, M. F., & Barizi, A. (2025). Towards an Islamic ecotheology.
Saad, M., & Faruq, U. (2024). Ecological narratives in Indonesian Islamic digital media.
Arofah, K., Dewayanti, A., & Eliyanah, E. (2025). Mediatized eco-religious movements in Indonesia.
Hidayat, M. (2023). Islamic eco-theology and climate policy advocacy in Indonesia.
Febrianingsih, D., & Arifi, A. (2025). Ecotheology as a new direction in Islamic public policy.
Wijsen, F. (2025). How green is green Islam? Religious environmentalism and public policy in Indonesia.
Sirajuddin, A., & Rahayu, N. W. I. (2025). Ecotheology-based innovative technopreneurship.
Campbell, H. (2013). Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds.
Hjarvard, S. (2011). The mediatisation of religion.
Creswell, J. W., & Ivankova, N. V. (2018). Mixed Methods Research: A Guide to the Field.
Ridho, A., Anshori, M., & Tahrus, Z. N. H. (2025). Islamic communication and ecotheology-based environmental campaigns.